makalah pendidikan pancasila | Fungsi Pancasila
MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
TENTANG
FUNGSI PANCASILA
KATA PENGANTAR
Segala sesuatu yang pernah diciptakan, pasti
mempunyai maksud dan tujuan dari penciptaan itu. Selain ada maksud dan tujuan,
segala sesuatu yang telah diciptakan pasti mempunyai fungsi. Begitupun dengan Pancasila,
tidak mungkin Pancasila diadakan oleh para leluhur bangsa dengan tanpa maksud
dan tujuan. Bagitupun dengan fungsi Pancasila. Kesemuanya itu pasti ada dan
bisa untuk digali.
Melalui makalah ini kami dari kelompok empat mencoba
untuk menggali dan menemukan fungsi-fungsi Pancasila. Fungsi-fungsi yang kami
paparkan dalam makalah ini hanyalah fungsi Pancasila secara garis besar.
Karena fungsi Pancasila yang sebenarnya sangat banyak dan tidak mungkin kami
paparkan satu-persatu, serta keterbatasan tempat dan waktu kami hanya akan memaparkan
secara garis besar.
Selain memaparkan fungsi dari Pancasila kami juga
memaparkan bagaimana berperilaku sesuai dengan fungsi Pancasila. Karena tujuan
akhir dari penyusunan makalah ini adalah memberikan kesadaran tentang fungsi Pancasila
bagi kehidupan kita, khususnya bagi tim punyusun dan umumnya bagi para
pembaca.
Dalam implementasinya, masing-masing individu
memiliki caranya sendiri untuk berekspresi dan mengimplementasikan fungsi Pancasila
kedalam kehidupannya. Untuk itu segala hal yang kami paparkan di makalah ini
bukan hal yang harus diikuti dan dijalani. Kami hanya berusaha
mengimplementasikan menurut cara kami. Jikalau dari pembaca memiliki cara
mengimplementasikan yang lain dan bersifat positif, kritik dan saran dari
pembaca akan kami tampung.
Dalam penulisan makalah ini, kami mengakui masih
banyak sekali kekurangan di sana-sini. Karena kesempurnaan hanya mutlak milik
Allah, maka sudah sepantasnya bila hasil karya manusia banyak dijumpai
kekurangan. Untuk itu, demi kebaikan bersama, segala kritik dan saran yang
membangun masih sangat kami butuhkan.
Sukoharjo, 21 Oktober 2014
Penulis
DAFTAR ISI
1.
Cover (Sampul Makalah) 1
2.
Kata Pengantar 3
3.
Daftar Isi 4
4.
Pendahuluan 5
a.
Latar Belakang Penulisan 5
b.
Tujuan Penulisan 5
c.
Rumusan Masalah 6
d.
Batasan Masalah 6
5.
Pembahasan 7
a.
Fungsi Pancasila 7
b.
Implementasi Fungsi Pancasila 11
c.
Korelasi Fungsi Pancasila dengan Etika Beragama 11
d.
Definisi Berperilaku Sesuai dengan Fungsi Pancasila 14
e.
Langkah-Langkah Menuju Berperilaku Sesuai Fungsi Pancasila 14
6.
Penutup 16
7.
Daftar Pustaka 17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Di tengah semakin derasnya arus globalisasi di zaman
yang serba modern ini, banyak sekali fenomena-fenomena yang mencerminkan
semakin pudarnya pengamalan nilai-nilai Pancasila. Memang kalangan yang paling
disorot adalah kalangan muda. Kalangan muda di masa sekarang ini memang tengah
gencar-gencarnya disoroti tentang perilakunya.
Selain memudarnya nilai Pancasila, belakangan ini
juga muncul indeologi- ideologi yang tidak sejalan dengan ideologi yang telah
ada. Bukan hanya merusak jati diri, namun hal itu juga mendorong punahnya Pancasila
sebagai ideologi bangsa Indonesia.
Fenomena yang demikian itu mungkin hanya sebagian
kecil dari dampak kegagalan pendidikan Pancasila. Oleh karena itu kami
bercita-cita untuk kembali menyukseskan pendidikan Pancasila, baik dalam
lingkup civitas akademika (Kemahasiswaan) ataupun dalam lingkungan masyarakat.
Demi
tercapainya cita-cita itulah, kami memulai dengan menyusun makalah ini. Dalam
makalah ini kami mencoba menggali fungsi-fungsi Pancasila, dan menggali
bagaimana mengimplementasikan fungsi-fungsi Pancasila dalam kehidupan individu.
Dengan
demikian kami berharap setelah penyusunan makalah ini, fenomena-fenomena yang
tersebut diatas sedikit demi sedikit mulai berkurang. Atau mungkin bisa
dihilangkan dan ditinggalkan.
1.2.
Tujuan Penulisan
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini
antara lain :
1. Memahami
maksud dan tujuan dirumuskannya Pancasila oleh leluhur bangsa Indonesia.
2. Memahami
fungsi-fungsi Pancasila secara garis besar.
3. Mampu
mengimplementasikan apa yang menjadi fungsi dari Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari.
4. Mampu
berperilaku sesuai dengan fungsi Pancasila, untuk menuju masyarakat yang
madani.
1.3.
Rumusan Masalah
Adapun untuk masalah yang telah kami rumuskan dalam
makalah ini antara lain :
1. Apa
saja yang menjadi fungsi dari Pancasila?
2. Bagaimana
cara mengimplementasikan fungsi Pancasila tersebut ke dalam kehidupan kita?
3. Bagaimana
korelasi antara fungsi Pancasila dengan etika hidup dalam agama, khususnya
Islam?
4. Apa
yang dimaksud berperilaku sesuai dengan fungsi Pancasila?
5. Langkah-langkah
apakah yang harus kita tempuh untuk menuju perilaku yang sesuai dengan fungsi Pancasila?
1.4.
Batasan Masalah
Masalah yang dibahas dan dipaparkan dalam makalah
ini hanya terbatas pada fungsi Pancasila. Artinya hal-hal yang kurang sejalan
dengan masalah inti akan kami batasi pembahasannya. Namun itu tidak menutup
kemungkinan bagi kami untuk membahasnya. Kami akan tetap membahas masalah di
luar masalah inti tetapi hanya sebagai selingan dan hanya akan dibatasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Apa
saja yang menjadi fungsi dari Pancasila?
Sebelum masuk ke dalam apa
yang menjadi fungsi Pancasila, kami akan terlebih dahulu akan kami paparkan apa
arti secara etimologis dari kata “Fungsi”, serta apa yang menjadi pembeda
antara “Fungsi” dan “Tujuan”.
“Fungsi” dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, berarti kegunaan suatu hal, sedangkan, “Tujuan” dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia berarti hal yang dituju atau hal yang hendak dicapai.
Sebagai contoh, ketika
listrik ditemukan maka akan muncul pertanyaan, apa fungsi listrik? Apa tujuan
ditemukannya listrik? Jawabnya adalah Fungsi listrik : untuk penerangan,
sebagai penggerak alat alat listrik, sumber energi, dan masih banyak lagi
fungsi listrik lainnya. Lalu apa tujuan ditemukannya listrik, jawabanya adalah
untuk mempermudah kerja manusia. Dengan adanya listrik pekerjaan manusia jadi
terbantu, manusia bisa bekerja di malam hari, bisa menggunakan mesin-mesin
bertenaga listrik untuk meringankan pekerjaannya, dan lain sebagainya.
Lalu apa kesimpulan dari
cerita diatas? Tujuan
adalah cita-cita atau harapan yang hendak dicapai, sedangkan Fungsi
adalah hal-hal yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan. Pada kasus diatas sewaktu dunia dalam keadaan
terbelakang, manusia berpikir bagaimana cara meringankan beban manusia? Lalu,
satu persatu manusia di dunia berlomba lomba menciptakan alat yang bisa
memudahkan kerja manusia. Lalu ditemukanlah listrik, karena tujuannya jelas
untuk memudahkan kerja manusia lalu mereka berpikir, apa saja fungsi listrik
agar bisa dikatakan meringankan beban manusia. Nah, dari sini mereka mulai
berpikir fungsi fungsi dari listrik agar bisa meringankan beban manusia.
Lalu bagaimana dengan Pancasila?
Dahulu sewaktu Indonesia hendak merdeka, para cendikiawan bangsa Indonesia
berpikir, dasar negara apa yang sekiranya cocok dengan bangsa Indonesia? Lalu
mereka mengerucutkan pada tujuan dasar negara, mereka menginginkan dasar negara
yang berlaku untuk semua suku, semua agama, semua ras, semua golongan, dan lain
sebagainya, sehingga terbentuklah bangsa yang utuh menuju masyarakat yang maju.
Setelah tujuannya jelas mereka mulai berpikir pada fungsi, apa saja fungsi
dasar negara? Lalu mereka menghendaki dasar negara yang berfungsi sebagai
sumber hukum, falsafah hidup, pandangan hidup, ideologi, dan lain-lain. Lalu
mereka mulai menuangkan fungsi dan tujuan dasar negara tersebut kedalam
butir-butir sila yang kita kenal dengan Pancasila.
Untuk lebih jelasnya kami
telah memaparkan fungsi dan tujuan dari Pancasila. Tujuan dari Pancasila adalah
membentuk kepribadian bangsa yang utuh, dan bersatu, menuju masyarakat madani.
Sedangkan Fungsi Pancasila dijabarkan sebagai berikut :
1.
Pancasila
sebagai dasar negara
Dasar negara adalah fundamen yang kokoh dan kuat serta bersumber dari
pandangan hidup atau falsafah yang diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dasar negara adalah landasan kehidupan bernegara, sehingga keberadaan dasar
negara bagi suatu negara adalah sangat penting karena digunakan sebagai dasar
untuk penyelenggaraan negara.
Hal ini tentu berpengaruh langsung terhadap kelangsungan hidup suatu
negara tersebut. Semakin bagus dasar negara yang dimiliki oleh suatu negara,
maka semakin bagus pula kelangsungan hidup negara tersebut.
Setiap negara memiliki dasar negara masing-masing untuk menjalankan
kehidupan bernegara dalam masyarakatnya. Sebagai contoh Malaysia yang menganut
negara raja berperlembagaan serta Amerika Serikat yang menganut dasar negara
konstitusi Amerika Serikat begitupun dengan Indonesia yang menganut dasar
negara yang kita sebut dengan Pancasila.
Alasan mengapa Pancasila dijadikan sebagai dasar negara, karena dalam Pancasila
terdapat cita-cita, tujuan, dan norma-norma dalam bernegara. Kesemuanya itu
dituangkan kedalam lima butir sila.
Jadi, makna Pancasila sebagai dasar negara adalah Pancasila sebagai pokok
dalam penyelenggaraan pemerintahan yang mencakup cita-cita, tujuan, dan
norma-norma dalam bernegara.
2. Pancasila sebagai tujuan negara
Tujuan negara Indonesia tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-empat
yang berbunyi (1)
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia (2)
Memajukan kesejahteraan umum (3) Mencerdaskan kehidupan bangsa (4) Ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial.
Hal itu tentu tidak bertolak belakang dengan yang terkandung dalam Pancasila.
Walaupun tidak tersurat dalam kelima butir sila, akan tetapi tujuan dari negara
juga termasuk didalamnya.
Jadi, antara UUD 1945 dan Pancasila saling berhubungan dan merupakan satu
kesatuan yang utuh.
3.
Pancasila
sebagai kepribadian bangsa
Menurut KBBI, yang dimaksud kepribadian bangsa adalah sifat hakiki (jelas,
sebenarnya, sesungguhnya) yang tercermin pada sikap suatu bangsa yang
membedakannya dari bangsa lain.
Hal ini menunjukkan
bahwa pola, sikap, dan perilaku suatu bangsa mempunyai suatu pedoman atau
kaidah-kaidah yang berbeda-beda antar satu bangsa dengan bangsa yang lain.
Kepribadian suatu bangsa tersebut menunjukkan ciri khas dari bangsa itu
sendiri. Di Indonesia, ciri khas tersebut tertuang daam Pancasila.
Jadi, makna dari Pancasila
sebagai kepribadian bangsa adalah Pancasila digunakan sebagai aturan, norma
atau kaidah berperilaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. Pancasila sebagai
pandangan hidup
Pandangan hidup
adalah kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya
maupun manfaatnya oleh suatu bangsa sehingga darinya mampu menumbuhkan tekad
untuk mewujudkannya di dalam sikap hidup sehari-hari.
Pandangan hidup berarti mencakup seluruh aspek kehidupan. Bukan hanya
sekedar berperilaku dan bersikap, akan tetapi juga mencakup tujuan hidup dan
cita-cita.
Hal ini menjadi rancu ketika disandingkan dengan fungsi sebagai kepribadian
bangsa. Lalu apa perbedaan keduanya? Jika fungsi Pancasila sebagai kepribadian
bangsa maka hal itu hanya sekedar sebagai pola sikap, dan pola perilaku dalam
bernegara saja, akan tetapi jika fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup, maka
titik beratnya bukan pada pola tingkah dan perilaku dalam bernegara, tapi pada
tujuan dan cita-cita hidup bernegara.
Jadi, Pancasila sebagai pandangan hidup artinya Pancasila digunakan sebagai
pedoman, pegangan dan penunjuk arah serta visi dari kehidupan bernegara
masyarakat Indonesia. Sehingga seluruh nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
sudah diyakini kebenaran dan manfaatnya yang berguna untuk mencapai tujuan dan
cita-cita hidup bernegara.
5. Pancasila sebagai ideologi negara
Menurut KBBI, ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat
(kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Ideologi
dapat diartikan sebagai ilmu tentang ide atau gagasan yang bersifat mendasar.
Setiap negara memiliki
ideologi masing-masing sesuai. Sebagai contoh, Amerika Serikat menganut
ideologi liberalisme, Korea utara menganut ideologi komunisme, begitu juga Indonesia
yang menganut ideologi yaitu Pancasila.
Pancasila dijadikan
sebagai ideologi negara Indonesia karena, ideologi Pancasila yang paling cocok
dan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Jadi, Pancasila sebagai ideologi negara berfungsi untuk memperkokoh
persatuan bangsa karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, mengarahkan
bangsa Indonesia menuju tujuannya dan menggerakkan serta membimbing bangsa Indonesia
dalam melaksanakan pembangunan, memelihara dan
mengembangkan identitas bangsa dan sebagai dorongan dalam pembentukan karakter
bangsa berdasarkan Pancasila, menjadi standar nilai dalam melakukan kritik
mengenai kedaan bangsa
6. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia
Perjanjian luhur bangsa Indonesia adalah kesepakatan seluruh rakyat Indonesia
melalui para tokoh nasional yang bertujuan mulia untuk mencapai kesejahteraan
bangsa Indonesia.
Perjanjian luhur mengindikasikan bahwa keberadaan Pancasila tidak
tergoyahkan. Sehingga dari dulu sampai sekarang Pancasila tidak mengalami
perubahan dan pergantian.
Jadi, Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa dimaknai sebagai
nilai-nilai yang keberadaannya tidak berubah.
7. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
Sumber Hukum adalah sesuatu yang menimbulkan
aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa, yaitu apabila
dilanggar akan mengakibatkan timbulnya sanksi yang tegas dan nyata. Pengertian sumber hukum dapat
diartikan sebagai bahan-bahan yang digunakan sebagai dasar oleh pengadilan
dalam memutus perkara.
Pancasila sebagai sumber dari segala sumber
hukum artinya segala peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia
harus bersumberkan Pancasila atau tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.
8. Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Di Indonesia terdapat banyak suku, budaya, dan agama. Jika tidak ada alat
pemersatu, maka Indonesia akan mudah dipecah belah oleh bangsa lain. Oleh sebab itu, dibutuhkan alat pemersatu
bangsa yaitu Pancasila.
Fungsi Pancasila sebagai pemersatu bangsa ini adalah fungsi akhir yang
merupakan fungsi pokok yang harus ada dalam suatu dasar negara. Begitupun Pancasila,
dengan fungsi yang banyak sekali lalu dikerucukan pada fungsi akhir yaitu
mempersatukan bangsa Indonesia.
Jadi, ketika Pancasila digunakan sebagai dasar negara, sebagai pandangan hidup,
dan sebagainya, maka fungsi akhir dari Pancasila itu adalah untuk mempersatukan
bangsa Indonesia.
Jadi kesimpulannya, untuk mencapai tujuan dari Pancasila yaitu membentuk
kepribadian bangsa yang utuh, dan bersatu, menuju masyarakat madani, maka
diperlukan fungsi-fungsi seperti yang dijabarkan diatas.
2.2.
Bagaimana cara mengimplementasikan fungsi Pancasila tersebut
ke dalam kehidupan kita?
“Implementasi” menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia artinya penerapan. Berarti implementasi fungsi Pancasila
adalah penerapan fungsi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Wujud pengimplementasian Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari :
1. Menghayati
fungsi-fungsi Pancasila
Tahapan pertama dari proses
penghayatan adalah dengan mempelajari apa yang menjadi fungsi Pancasila. Salah
satu cara mempelajari dari fungsi Pancasila, adalah dengan mengikuti pelajaran Pancasila
itu sendiri. Setelah proses mempelajari selesai maka proses selanjutnya adalah
proses penghayatan itu sendiri.
Menghayati berarti merasakan, dan
memaknai sesuatu. Berarti proses penghayatan adalah proses memaknai fungsi Pancasila
itu sendiri. Proses memaknai menyangkut penanaman nilai nilai Pancasila itu
sendiri kedalam diri manusia.
2. Mengamalkan
yang menjadi fungsi Pancasila
Mengamalkan Fungsi Pancasila
berarti menerapkan apa yang telah kita pelajarai dan apa yang telah kita hayati
dalam proses diatas kedalam setiap sendi-sendi kehidupan kita.
Hal ini mencakup pula proses
pengawasan pada setiap aktivitas kita. Terkadang hal ini lah yang cenderung
dilupakan oleh sebagian orang. Ketika kita telah selesai pada proses
penghayatan kita cenderung melupakan proses pengawasan terhadap perilaku kita.
Padahal proses pengawasan adalah
proses finishing dari implementasi dari fungsi Pancasila. Jika proses finishing
berhasil maka seluruh proses bisa dikatakan berhasil, tetapi jika proses
finishing gagal maka gagal lah seluruh proses yang dilalui.
Pada masa globalisasi ini terdapat
banyak sekali tantangan dalam pengimplementasian Pancasila. Salah satu
tantangan yang harus dihadapi adalah gagalnya proses pengimplementasian karena
faktor dari luar. Contohnya masuknya banyak ideologi yang masuk kedalam diri
kita dan itu tidak sadari telah merusak seluruh nilai yang teah kita pelajari
mengenai Pancasila.
Cara yang dinilai efektif dalam
menangani proses ini adalah memperkuat lagi proses pengawasan. Karena diatas
telah disebutkan bahwa gagal atau tidaknya proses pengimplementasian tergantung
pada proses pengawasan. Maka penekanan terhadap proses pengawasan haruslah
benar benar diperhatikan untuk menghadapi tantangan diatas.
2.3.
Bagaimana korelasi antara fungsi Pancasila dengan etika hidup
dalam agama, khususnya Islam?
7. dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku
sangat pedih".
Cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Ungkapan
ini lah yang pantas kita utarakan. Karena dengan mencintai apa yang telah ada
sekarang adalah proses menuju syukur. Dengan mencintai tanah air kita, berarti
kita telah mencintai apa yang ada sekarang ini, untuk selanjutnya kita
menyadari bahwa apa yang ada sekarang ini adalah nikmat Allah yang harus kita
syukuri.
Lalu mucul pertanyaan, mengapa Pancasila itu adalah
nikmat Allah yang harus kita syukuri? Apakah itu sudah sesuai dengan apa yang
diajarkan oleh agama kita? Jawabannya tentu belum, tetapi Pancasila merupakan
salah satu dari ribuan cara untuk mengamalkan ajaran agama.
97. Barangsiapa yang mengerjakan amal
saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya
akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami
beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah
mereka kerjakan.
[839] Ditekankan dalam ayat ini bahwa
laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal
saleh harus disertai iman.
Karena, ajaran yang ada
dalam Pancasila merupakan ajaran untuk berbuat baik antar sesama warga negara,
maka tidaklah mengapa jika kita mengamalkan apa yang terkandung dalam Pancasila.
Karena janji Allah barangsiapa berbuat amal saleh, maka akan mendapat ganjaran
yang lebih baik disisi Allah, dengan syarat Iman.
Maka dari itu , jika kita
sudah mengaku Iman, kita sudah mengaku ber-Islam dan kita berupaya mengamalkan Pancasila,
maka seluruh upaya kita mengamalkan kebajikan di dunia ini insyaAllah akan
dinilai ibadah disisi Allah. Yang salah satunya adalah dengan mengamalkan Pancasila
dalam kehidupan kita.
2.4
Apa yang dimaksud berperilaku sesuai dengan fungsi Pancasila?
Berperilaku sesuai dengan fungsi Pancasila adalah
bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan fungsi Pancasila. Hal ini tentu
terkait dengan implementasi Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan
dari pengimplementasian fungsi Pancasila adalah berperilaku sesuai dengan
fungsi Pancasila.
Lalu apa hubungan implementasi, dengan berperilaku
sesuai dengan fungsi Pancasila. Memang sekilas nampak sama, tetapi hal itu
tentu berbeda, implementasi merupakan proses penanaman nilai-nilai Pancasila
kedalam kehidupan kita. Sedangkan berperilaku sesuai dengan fungsi Pancasila
adalah dampak yang timbul ketika kita sudah mengimplementasikan nilai nilai Pancasila.
2.5
Langkah-langkah apakah yang harus kita tempuh untuk menuju
perilaku yang sesuai dengan fungsi Pancasila?
1. Mensukseskan
proses pengimplementasian fungsi-fungsi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
2. Secara
terus menerus dan konsisten berperilaku sesuai dengan fungsi-fungsi Pancasila.
Apa contoh bila seseorang telah
melakukan implementasi dengan baik dan benar, lalu ia bisa berperilaku sesuai
dengan fungsi Pancasila? Pernah kah Anda
melakukan kebut-kebutan di jalan raya? Atau tidak memakai helm? Atau bahkan
melanggar rambu-rambu yang telah ada? Itu adalah contoh kecil dari gagalnya
proses implementasi Anda sehingga perilaku Anda jauh dari apa yang difungsikan Pancasila
dan sangat jauh dari apa yang dicita-cita kan oleh para founding father kita.
Ketika Anda sudah bisa taat
peraturan, berarti Anda sudah bisa mengimplementasikan fungsi Pancasila sebagai
sumber hukum, berarti jika Anda sudah taat berarti Anda juga taat pada Pancasila.
Lagi ketika Anda sudah bisa menerima
Bapak Joko Widodo sebagai presiden yang sah, berarti Anda sudah menjalankan
banyak sekali fungsi yang telah Anda lakukan salah satunya adalah mengharagai
adanya keberagaman dan menjujung tinggi persatuan dan keutuhan bangsa.
Dan masih banyak lagi contoh yang
bisa kita saksikan di sekitar kita. Dan kami yakin belum ada 50 persen orang
yang sukses dalam proses pengimplementasian sehingga, mereka belum bisa
bersikap sesuai dengan fungsi Pancasila.
Oleh karena itu, marilah kita
bersama-sama niat untuk mengamalkan apa yang menjadi fungsi Pancasila, sehingga
perilaku kita bisa sesuai dengan fungsi Pancasila. Memang kita harus memulainya
dari nol. Tapi setidaknya mencoba tidak pernah ada salahnya.
Ketika kita hendak
mengimplementasikan Pancasila mulailah dari melakukan hal yang terkecil yang
Anda bisa. Bersikaplah rajin, tepat waktu, menghargai pendapat kawan, adalah
contoh kecil yang bisa kita lakukan.
Saat hal-hal yang kecil sudah Anda kuasai,
mulailah merambah ke hal-hal yang lebih berat dilakukan, seperti melakukan
tugas demokrasi dengan mematuhi azas yang ada. Berani mengungkapkan kebenaran,
dan lain sebagainya.
Jadi, secara garis besar cara
membentuk perilaku sesuai dengan Pancasila adalah dengan melakukan hal hal
kecil yang sesuai dengan Pancasila seperti yang dicontohkan diatas. Lalu lanjut
ke perilaku yang sekiranya lebih sulit untuk dilakukan. Ketika Anda menemui
kegagalan maka jangan pernah berhenti mencoba. Putus asa dan menyerah bukanlah
hal yang diajarkan dalam Pancasila.
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat kita tarik dalam pebahasan
Diatas antara lain :
1.
Fungsi adalah sarana untuk mencapai tujuan. Fungsi Pancasila
dimaksudkan untuk mencapai tujuan dari Pancasila. Sehingga tujuan pasti
mencakup seluruh fungsi yang ada.
2.
Proses implementasi adalah proses penerapan fungsi-fungsi Pancasila
kedalam kehidupan kita. Proses pengawasan merupakan proses yang penting dalam
proses implementasi. Karena berdampak langsung terhadap gagal atau berhasilnya
proses implementasi.
3.
Pancasila adalah nikmat Allah yang harus kita syukuri
keberadaannya. Janganlah kita mengotori rasa syukur kita dengan mencari-cari
dasar negara lain. Sudah lah cukup Pancasila saja sebagai dasar negara. Ketika
kita berusaha mencari yang lain tanpa mensyukuri apa yang telah ada bukankah
itu perbuatan yang mendustakan nikmat Allah?
4.
Berperilaku sesuai dengan fungsi Pancasila adalah bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan
fungsi Pancasila. Sehingga hal ini tidak terpisahkan dari proses implementasi.
Jika implementasinya berhasil maka secara langsung kita sudah bisa berperilaku
sesuai dengan fungsi Pancasila.
5.
Ada dua proses yang setidaknya
harus dilalui agar bisa berperilaku sesuai dengan fungsi Pancasila :
Mensukseskan proses pengimplementasian fungsi-fungsi Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari, serta secara terus menerus dan konsisten berperilaku sesuai dengan
fungsi-fungsi Pancasila.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar